Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label CHRISTOPHER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CHRISTOPHER. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Review Anime:ReLIFE


Judul : ReLIFE
Tanggal Rilis : 1 Juli 2016
Genre : Romance, School, Slice of Life
Episode : 13
Durasi : 24 min/episode
Studio : TMS Entertainment

 

ReLIFE awalnya adalah sebuah webcomic buatan Yayoiso yang diterbitkan melalui situs webcomic bernama comico di Jepang. Dengan jumlah pembaca yang hampir mencapai 300 ribu orang setiap babnya membuat ReLIFE menjadi salah satu webcomic terpopuler sepanjang masa di Jepang. Karena kepopuleran tersebut, webcomic ini berhasil mendapatkan adaptasi anime.


Cerita berpusat kepada seseorang berusia 27 tahun bernama Arata Kaizaki yang susah mendapatkan pekerjaan lantaran terlalu cepat keluar dari kantor lamanya (perusahaan Jepang sangat menjunjung tinggi loyalitas, jika ada pekerja yang terlalu cepat keluar dari perusahaan tersebut maka ia dianggap tidak berguna dan tidak loyal. Hal ini juga dapat merusak reputasi seseorang ketika akan melamar di tempat baru). Arata merasa frustasi akan hidupnya seperti sekarang sampai ia bertemu seseorang bernama Ryou Yoake.
Yoake memberikan sebuah tawaran kepada Arata untuk memperbaiki hidupnya dengan menjadi bagian dari sebuah eksperimen bernama “ReLIFE”. Ia ditawari sebuah pil yang membuat perawakannya sepuluh tahun lebih muda dengan syarat bahwa ia harus kembali menjadi murid SMA dan menjalani kehidupan layaknya anak SMA biasa. Arata menerima tawaran tersebut demi memperbaiki hidupnya yang sekarang. Sepanjang eksperimen Yoake selalu mengawasi Arata dari jauh untuk menganalisa bagaimana subjek eksperimennya memanfaatkan ReLIFE dengan baik.




Seperti yang sudah diungkapkan pada judulnya, ReLIFE merupakan cerita tentang kesempatan kedua seseorang untuk kembali menjalani kehidupan masa lalu demi masa depan yang lebih baik. Tidak seperti adaptasi anime dengan tema serupa yaitu “BokuMachi” yang terkesan terburu-buru dan antiklimaks ketimbang komiknya, ReLIFE adalah salah satu contoh adaptasi anime yang dieksekusi dengan baik.
ReLIFE membuat definisi dari “kesempatan kedua” menjadi tepat sasaran. Kesempatan kedua yang menjadi tema utama diolah dengan semestinya dan tidak dibuat-buat. Arata tidak diset sebagai anak gaul atau keren atau atletis untuk mendapatkan atensi teman sekelasnya malah terkadang bertingkah konyol dan terkesan awkward karena harus bertingkah layaknya anak SMA meski pemikirannya sudah berusia 27 tahun. Hal tersebut membuat serial terlihat natural dan komikal di beberapa adegan.




Latar yang digunakan yaitu SMA sesuai dengan konsep “kesempatan kedua” dimana masa SMA adalah masa dimana seseorang mencari jati dirinya. Latar ini sesuai dengan partisipan dalam eksperimen ReLIFE yaitu orang yang kehilangan jati dirinya karena trauma masa lalu.
Cerita yang muncul pada ReLIFE benar-benar dekat dengan kehidupan SMA sehari-hari sehingga serial ini tidak membatasi demografik penontonnya. Semua orang bisa menikmati karena konflik ReLIFE sering terjadi dalam pergaulan anak SMA bahkan sampai pergaulan orang kantoran.
Penokohan karakter yang apik juga menjadi salah satu kunci sukses dari ReLIFE. Tidak ada karakter yang dibuat-buat atau dipaksakan untuk menjadi lucu, keren, romantis dan lain sebagainya. Semuanya berjalan apa adanya.
Pengembangan karakter pada serial ini juga menjadi salah satu contoh yang baik untuk serial anime 13 episode. ReLIFE tidak takut akan batasan jumlah episode yang diberikan dan mengembangkan karakternya secara maksimal untuk ukuran 13 episode (dengan kemungkinan akan ada musim keduanya). Semua karakter yang muncul mempunyai titik charming tersendiri yang dapat membuat penonton tertarik untuk mengenali karakter tersebut lebih lanjut.
Beberapa karakter tua seperti Arata ditempatkan dalam situasi ala anak SMA sehingga Arata menjadi penengah sekaligus mediator berbagai macam konflik. Selain itu beberapa karakter lainnya juga mendukung untuk menimbulkan situasi dan cerita yang terkadang bisa sangat mellow dan menyenangkan dalam waktu bersamaan terutama Chihiro. Ekspresi dan reaksi yang tergambar dari masing-masing karakter juga mampu membuat situasi yang lucu.



Dari segi sosial, ReLIFE mampu menangkap kehidupan anak SMA dan kehidupan kantoran. Hal yang membuat ReLIFE beda dengan drama tentang anak SMA lainnya adalah mampu menyorot bagaimana lingkungan kerja di Jepang yang penuh tekanan dan deperessing tanpa harus terlihat edgy. ReLIFE menceritakan bagaimana society Jepang masih akrab dengan ijime atau bullying, mementingkan loyalitas dan bunuh diri akibat tekanan pekerjaan. Kehidupan kantoran yang menjadi sajian pendukung dapat bersinergi dengan baik dengan kehidupan anak SMA yang menjadi sajian utama. Sinergi ini membentuk suatu drama yang sulit ditemukan pada anime sekarang.
Hal yang juga patut menjadi perhatian adalah pemilihan lagu penutup yang berbeda-beda setiap episodenya. Semua lagu penutup yang muncul adalah lagu populer pada era pertengahan 90’an sampai awal 2000an dan semua lagunya terjual lebih dari 250 ribu keping bahkan sampai terjual sebanyak 1 juta keping. Lagu penutup yang ada juga menyesuaikan tema yang muncul di tiap episode. Mendengar lagu ReLIFE juga dapat membangkitkan memori dari penotonnya terutama untuk penonton tua yang berharap lagu “Honey” dari Laruku menjadi soundtrack anime.


ReLIFE tidak bermain dengan narasi drama yang besar ataupun megah. Serial ini hanya mengandalkan konsep sederhana yang diolah dengan matang. ReLIFE juga mengisi kekosongan yang timbul dalam dunia anime dimana cerita yang semakin hari semakin terlihat fiktif sudah terlalu banyak. ReLIFE terlihat santai dengan deadline 13 episode tapi tidak lemah, semua lini yang berpotensial untuk membuat cerita menjadi dekat dengan penontonnya dimasukkan secara detil dan rapi demi membuat konsep yang sederhana tersebut menjadi sebuah karya unggul dan tidak berlebihan.
Entah sekedar bernostalgia mengingat masa SMA ataupun menikmati drama yang muncul, ReLIFE adalah salah satu anime terbaik di tahun 2016 karena serial ini adalah paket lengkap dari sebuah serial anime dari menit pertama sampai menit terakhir.


Published: By: Unknown - Jumat, November 04, 2016

The Best Anime Quotes



Shintaro Midorima (Kuroko No Basket)


Walaupun relatif singkat, ucapan dari Shintaro ini cukup bermakna, yaitu bahwa manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan — dan rencana lebih sering tidak terlaksana karena Tuhan tahu yang lebih baik.

Shinobu Takamiya (Beelzebub)


Merupakan bagian dari kata kata yang lebih panjang tentang bagaimana karakter dalam manga selalu bertambah kuat, ucapan ini banyak benarnya karena biasanya kita jadi lebih hebat saat kepepet.

Horo (Spice And Wolf)



Kata kata ini bermakna cukup dalam, yaitu saat kita menemukan masalah dalam sesuatu yang kita lakukan, lebih baik kita lanjutkan asalkan percaya bahwa kita akan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. 

Zangetsu (Bleach)


Cocok menggambarkan pertempuran yang selalu terjadi sekarang, memang benar adanya bahwa kita tidak boleh diam saja, jika mundur kita akan kehilangan waktu dan keraguan akan menjadikan kita musnah.
Kata kata ini memastikan bahwa kita harus selalu bergerak maju, tidak perlu melihat kebelakang dan keraguan terdahulu. Jadi apa lagi yang kita tunggu untuk berbuat sesuatu ?

Kino (Kino no Tabi)


Ucapan ini menyadarkan bahwa dunia yang kita tahu tidak sempurna, justru ketidaksempurnaan itu yang menunjukkan keindahan sesungguhnya.

Pain (Naruto)



Pain dari Naruto menjelaskan bahwa agama, ideologi, sumber daya alam, wilayah, benci atau cinta bisa jadi alasan untuk memulai perang. Bahkan pembenaran bisa dicari sesudah perang dimulai, karena pada dasarnya manusia memang suka cari masalah.

Armin Arlert (Shingeki no Kyojin)



Kita tidak akan bisa mengubah sesuatu tanpa membuang sesuatu yang pernah kita anggap penting karena biasanya banyak dari kita yang tidak bisa move on dari masa lalu sehingga tidak bisa mengubah masa depan.



Published: By: Unknown - Jumat, November 04, 2016

Minggu, 30 Oktober 2016

Sejarah Perkembangan Anime

Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita yang ditunjukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan untuk animasi jepang, tetapi kebanyakan orang mengunakan kata tersebut untuk membedakan antara film animasi buatan jepang dan non-jepang.
Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon".

Anime Jepang adalah satu jenis film yang unik. Keunikannya ada dalam cerita anime itu sendiri dan bagaimana anime dibuat. Artikel ini akan membahas secara singkat bagaimana anime dibuat dan hal-hal yang menyertainya. Saya melihat anime telah berkembang begitu pesat dalam hal kualitas gambar, penggunaan warna, teknologi dalam cerita dan kemulusan gambar. Walaupun begitu konsep pembuatannya tidaklah jauh berbeda dari tahun ke tahun.

1.  Artwork : 
Seni gaya mulai dari yang kompleks dan rumit (Accel World, Sword Art Online) sampai dengan yang sederhana dan lugas (Azumanga Daioh!). Bahkan anime yang sederhana bisa secara visual mencolok. Pembuat anime selalu menemukan cara untuk membuat segalanya terlihat segar dan baru.
2.  Pengisahan cerita : 
Banyak anime yang mengisahkan cerita epik yang berlangsung selama ratusan episode. Anime terbaik sepanjang apapun itu selalu menuntut adanya keterlibatan emosional yang besar dari pemirsa.
3.  Kategori : 
Siapapun dengan latar belakang apapun akan menemukan satu atau lebih judul anime yang cocok dengan dirinya. Anime tersedia dari cerita bertema bela diri sampai dengan romansa. Contoh anime seni bela diri: Rerouni Kenshin (Samurai-X), Naruto Shippuuden, Bleach, Dll, Romansa: Saiunkoku Monogatari, Kimi ni Todoke dll. Supernatural: Ghost in the Shell, Hikaru no Go, Vampire Knight dll. Dan masih banyak lagi kategori-kategori yang tentunya menarik untuk ditonton.
4.  Nuansa Budaya: 
Anime Jepang sangat dipengaruhi oleh budaya Jepang dalam hal sejarah, bahasa dan cara pandang karakter-karakter di dalamnya. Banyak anime yang ceritanya bersumber pada sejarah Jepang (contoh: Sengoku Basara) atau mitologi Jepang (contoh: Hakkenden dan Hell Girl). Karakter non-Jepang biasanya berbicara dengan bahasa Jepang dan bertingkah laku seperti orang Jepang pula.
5. Figurarts : 
Banyak anime akan disertai dengan penjualan mainan model (figurart) yang lengkap dan dengan detil yang tinggi. Ini lah salah satu alasan yang membuat loyalitas fans anime begitu tinggi.


Dulu sejarah Anime di Jepang awalnya dibikinnya sejumlah film animasi oleh First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Lanjut adanya film pendek (cuma durasi sekitar 5 menit) karya Oten Shimokawa yang judulnya Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917.
Kemudian ada lagi anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, di tahun yang sama Seitaro kembali bikin anime berjudul Taro no Banpei. Tapi sayangnya semua catatan tentang anime tersebut hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923.












Lama-kelamaan teknologi Anime makin maju dengan adanya anime yang memakai optic track (seperti yang digunakan pada masa sekarang) adalah Chikara To Onna No Yononaka (1932) karya Kenzo Masaoka yang memakai teknologi itu. Di tahun 1943 Masaoka bersama muridnya, Senoo Kosei, bikin lima episode anime berjudul Momotaro no Umiwashi (Momotaro, the Sea Eagle). Dimana anime Jepang pertama dengan durasi lebih dari 30 menit.



Awal kepopuleran Anime

1. Astro Boy


Astro Boy
Astro Boy

Tahun 1963 merupakan era kesuksesan pertama dalam dunia animasi. Salah satu film yang mengawali kesuksesan tersebut ialah film animasi bernama Tetsuwan Atom, lebih kita kenal dengan nama Astro boy. Film ini disutradarai oleh Ozamu Tezuka yang dikatakan juga sebagai “God Of Manga”. Astro boy menceritakan tentang kisah seorang robot dengan fisik anak-anak yang berusia 13 tahun dan hidup berdampingan dengan manusia di Metro City. Karena ketenarannya, Astro Boy dirilis ulang pada tahun 2009.

Memasuki era 1970


lupin III
lupin III
Di era ini dunia anime sudah memasuki tingkat kompetensi yang mulai ketat, sehingga terjadinya pengurangan pegawai di Toei Animation dan terjadinya peralihan animator-animator ke studio lain seperti A Pro dan Telecom Animation. Selain itu, Mushi Productions pun gulung tikar yang kemudian bangkit kembali 4 tahun setelahnya. Para pekerja ex-Mushi pun mencoba untuk mendirikan perusahaan baru seperti Madhouse Production dan Sunrise.
Namun biarpun dengan kondisi seperti itu, pada era 1970-an masih terdapat film anime yang populer salah satunya adalah Lupin Sansei (Lupin III) yang menceritakan tentang humor-humor dewasa.

Memasuki Era 1980


Disinilah mulai ada anime yang cukup populer hingga tahun 2000. Siapakah dia? Yup, siapa lagi kalau bukan Dragon Ball.

1. Dragon Ball

Dragon Ball
Dragon Ball
Dragon Ball yang artinya bola naga dibuat oleh Akira Toriyama di tahun 1984. Anime yang bisa terbilang tua dan bertahan lama ini menceritakan tentang kisah seorang bocah bernama Goku. Singkat cerita Goku tinggal sendiri disuatu pegunungan, sampai suatu hari Goku bertemu dengan seorang wanita bernama Bulma, disinilah kisahnya dimulai. Bulma yang pada saat itu sedang mengumpulkan bola kristal menarik minat Goku. Karena konon katanya bola kristal itu akan mengeluarkan seekor naga bila terkumpul menjadi 7 butir, disetiap bola terdapat pola bintang dengan jumlah berbeda-beda. Seru bukan?
Namun pada tahun 1980’an tidak hanya anime Dragon Ball saja yang membludak, adapun anime berjudul The Super Dimension Fortress Macross yang diciptakan pada tahun 1982, Nausicaa of the Valley of the Wind pada tahun 1984, Mobile Suuit Zeta Gundam tahun 1985 dan Kiki’s Delivery Service pada tahun 1989. 

Era 1990-an


sailor moon
sailor moon
Era ini merupakan era yang menggemberikan khususnya untuk penggemar anime di indonesia. Anime-anime seperti Saint Seiya, Sailor Moon, Magic Girls, Dragon Ball, Detective Conan dan masih banyak anime-anime lainnya yang ditayangkan di stasiun TV Indonesia. Bagusnya, film anime dapat respon positif bagi penikmatnya
Memasuki tahun 1995, muncullah sebuah Anime yang disutradarai oleh Hideaki Anno yang bernama Neon Genesis Evangelion. Anime ini terbilang sukses karena mampu meraih income hingga $10 juta lebih, nilai yang fantastik. Hal ini membuat beberapa perusahaan lain berlomba-lomba untuk memproduksi anime- anime bergenre Mecha/Giant robot.

Periode 2000-an Hingga Sekarang


Sudah banyak Anime yang telah dibuat pada era 2000’an. Berikut contoh judul-judul anime mulai dari tahun 2000 hingga sekarang :
  1. Mobile Suit Gundam SEED
  2. Eureka Seven
  3. Code Geass : lelouch of the Rebellion
  4. Mobile Suit Gundam
  5. Macross Frontier
  6. Code Geass : Lelouch of Rebellion R2
  7. Fullmetal Alchemist
  8. Rozan Maiden
  9. Aria The Animation
  10. Shakugan no Shana
  11. Pani Poni Dash!
  12. Death Note
  13. Mushishi
  14. Sola
  15. The Melancholy of Haruhi Suzumiya
  16. Lucky Star
  17. Toradora!
  18. K-On!
  19. Bakemonogatari
  20. Fairy Tail

Teknologi CG (Computer Graphics) dan Teknologi Visual, Komputer dsb telah mempermudah pembuatan anime sekarang ini, karena itu ada yang menganggap bahwa kualitas artistiknya lebih rendah dibandingkan dengan anime masa lalu. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kualitas gambarnya pun sekarang ini lebih nikmat dilihat dan lebih mudah dimengerti karena gambarnya lebih proporsional dan warnanya lebih bagus, ditambah keberadaan teknologi HD.

Published: By: Unknown - Minggu, Oktober 30, 2016

Perbedaan Anime dan Kartun

Masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara kartun dan anime. Walaupun dari segi tampilannya sama-sama berupa animasi, namun kartun dan anime sangan jauh berbeda.Mungkin di beberapa forum atau grup masih ada aja orang yang memperdebatkan antara Anime dan Kartun. Beberapa ada yang bilang berbeda, dan ada yg mengatakan sama-sama berbentuk animasi, bahkan karena perdebatan ini malah jadi memicu flaming di dalam grup atau forum.

Bagi penonton yang kurang berpengalaman, pastinya mereka akan beranggapan jika cartoon dan anime itu sama. Namun tentunya, pendapat berbeda akan dilontarkan mentah-mentah oleh para pencinta anime di seluruh dunia. Mereka beranggapan jika anime dan kartun sangatlah berbeda dari segi manapun. Disamping dari asal kedua tipe film ini yang berbeda, tahukah kalian jika sebenarnya amsih banyak lagi perbedaan yang terliaht sangat mencolok. Nah, ada beberapa kategori yang akan kita gunakan untuk membandingkan anime vs cartoon ini, hmm, mana kira-kira yang lebih menarik ya?

1. Bentuk Karakter Anime vs Kartun!
Untuk kategori pertama, kita akan membandingkan anatara anime dan cartoon barat ini. Dari bentuk, anime bisa dibilang lebih kreatif daripada kartun, setuju nggak? Kenapa saja bilang lebih kreatif? Itu dikarenakan tokoh anime lebih banyak variasi dan bentuk karakter dari pada cartoon barat. Kita ambil contoh saja dari warna dan bentuk rambut anime. Tentu kalian dapat melihat bentuk rambut yang pastinya sangat sulit dibentuk jika itu ada di dunia nyata, bukan? Berbanding terbalik dengan Anime, Cartoon barat biasanya hanya menggunakan beberapa jenis rambut dan jauh sekali dari kata aneh seperti pada anime.


2. Jalan Cerita Anime vs Kartun!
Meskipun dibilang sama, jalan cerita anime dan kartun nyatanya sangatlah berbeda. Terlihat dari jalan cerita, kartun dipeastikan memang dibuat untuk menghibur. Hal ini tentunya berbeda dengan anime yang jalan ceritanya sangatlah rumit dan tidak hanya untuk hiburan semata. Sebagai contoh, kartun barat biasanya dibuat dengan menggunakan animasi hewan sebagai tokoh utama mereka, cenderung sangat berbeda dengan anime yang selalu menggunakan ilustrasi manusia dan desain yang rumit.

3. Proses Pembuatan Anime vs Kartun!
Bagi kalian pencinta anime, pastinya telah mengetahui jika pada awalnya anime berasal dari sebuah komik atau novel yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah serial anime. Dalam proses ini, tentunya komik ataupun novel yang ingin diadaptasi harus telah mempunyai pamor di masyarakat. Berbeda dengan kartun barat yang prosesnya terbalik, biasanya kartun barat dimulai dari tayangan filmnya terlebih dahulu, setelah mereka mendapatkan pamor, maka akan dibuatlah versi komiknya.

4. Pewarnaan Animasi Anime vs Kartun!
Pernahkah kalian menyadari jika warna rambut pada karakter anime itu beraneka ragam? Ya, entah apa yang dipikirkan oleh para pengarang anime sehingga karakter mereka selalu diberikan rambut yang berwarna-warni dan bentuk aneh yang tidak lazim. Sebaliknya, pewarnaan pada kartun barat mungkin terlhat lebih unggul dan realistis. Contohnya saja seperti Spongebob Squerpants. Mister Crab diberikan warna merah, karena memang pada dasarnya kepiting berwarna merah. Begitu juga shandy Squirell yang warnanya tidak jauh dari coklat gelap. Ada juga tokoh lain seperti Donald bebek yang berwarna putih dan Buny Bugs yang berwarna abu-abu.


Kartun biasanya hanya sebagai hiburan belaka, sedangkan anime selain sebagai hiburan juga dapat memaksa kita berpikir "mengapa hal itu terjadi?". Bahkan banyak pula para penggemar anime tertentu yang mencari-cari informasi dari berbagai sumber mengenai suatu kejadian yang terjadi dalam anime itu yang bahkan belum pernah diungkap dalam alur cerita yang sesungguhnya
Published: By: Unknown - Minggu, Oktober 30, 2016

Apa itu Weeaboo??

Apa itu Weeaboo??

Istilah tersebut mungkin sering kita dengar di sebuah diskusi di sebuah forum ataupun hrup yang membahas hal hal yang berkaitan dengan jepang, anime, manga, dan game

Weeaboo atau juga dikenal sebagai wapanese adalah sebuah istilah yang menunjukan seberapa dalam seseorang tersebut sangat menghayati jiwwa “Jepang di dalam dirinya”, padahal mungkin saja dia sendiri memiliki sedikit pengetahuan tentang Jepang
Salah contoh orang yang Weeaboo adalah rang yang menggunakan kalimat kalimat atau kata yang berasal dari jepang, seperti halnya menyapa seseorang di social media, dan menyebutkan “ohayo!!!, genki des-ka?” ,nah orang yang seperti ini anda sudah dapat golongkan kedalam kategori Weeaboo

Intinya sih, Weeaboo itu adalah sebuah istilah untuk menyebutkan suatu kondisi dimana seseorang terlalu mendalami budaya jepang ,terlalu membanggakan jepang dan mengacuhkan dirinya sendiri terhadap negaranya sendiri.
Boleh boleh saja untuk membuat perbandingan negara yang satu dengan yang lainnya, asal anda mampu untuk membuat perubahan dengan cara melakukan sesuatu terhadap bangsa anda sendiri. 
Di Indonesia sendiri, Weeaboo? sering diplesetkan kata katanya menjadi Wibu

Berikut ini adalah ciri-ciri weaboo atau wapanese yang sering ditemukan di Indonesia:

(1) Cenderung mengubah namanya (baik nama panggilan maupun nama di situs-situs social networking, forum, dan sebagainya) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang (biasanya nama dari tokoh favoritnya), atau kalau perlu lengkap dengan kanji/hiragana/katakananya; pengubahan nama ini pun tidak hanya secara parsial namun secara keseluruhan.  Perubahan nama mereka ini cenderung cukup mengganggu (terutama dalam social networking seperti facebook) karena cenderung menyulitkan orang lain untuk mencarinya kecuali teman-teman satu minat yang sering bersamanya, apalagi jika namanya sering berubah-ubah. Penggunaan partikel -chan, -kun, -san, dan sebagainya masih bisa ditoleransi.
(2) Profile photo, terutama dalam social networking seperti facebook biasanya menggunakan tokoh anime/manga, aktor/aktris Jepang, atau orang Jepang yang lagi cosplay, nyaris tidak ada foto asli. Kalaupun menggunakan foto asli, biasanya diedit biar terasa nuansa Jepangnya misalnya dihias dengan tulisan Jepang atau bagian jerawatnya ditutupi dengan bunga sakura,
(3) Suka atau sering mengikuti acara cosplay (costume playing), dan biasanya kostum yang dipakai adalah yang berkaitan dengan budaya Jepang, misalnya yang Cewe menggunakan yukata, kimono, gothic lolita, seifuku (seragam sekolah untuk Cewe), dan sebagainya; untuk yang Cowo biasanya cosplay menggunakan pakaian seperti yang dipakai oleh personil band-band Jepang. Umumnya rambut mereka pun ikut diwarnai; padahal banyak juga tokoh anime, manga, game, atau aktris/aktor Jepang yang berambut hitam, sama seperti warna rambut orang Indonesia pada umumnya dan tidak perlu diwarnai.

(4) Menyukai lagu-lagu bernuansa Jepang, diatas 90% bahkan cenderung tidak menyukai atau membenci lagu dari negeri sendiri; kecuali dari band negeri sendiri yang bernuansa J-pop atau J-rock seperti J-rocks. Lagu western pun kurang disukai. Playlist lagu mereka dipenuhi dengan lagu-lagu Jepang, kalau video dipenuhi oleh video klip lagu-lagu Jepang dan video live band/musisi Jepang favorit mereka.
(5) Terobsesi ingin belajar bahasa Jepang, berharap mereka bisa tinggal di Jepang dan lancar berbahasa Jepang dengan orang sana. Perlu diketahui bahwa belajar bahasa Jepang itu tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan orang Jepang sendiri masih ada yang ambigu (karena ada beberapa kosakata Jepang yang sama pengucapannya tetapi beda huruf kanji dan maknanya), dan masih banyak orang Jepang yang kurang bisa membaca kanji. Apalagi weaboo/wapanese? Kadang bangga dengan Engrish (Englishnya orang Jepang).
(6) Untuk mereka yang membuat manga atau illust dengan nuansa anime, chara (tokohnya) dinamai dengan nama-nama Jepang. Latarnya pun dibuar se-Jepang mungkin, misalkan dengan bunga sakura, memakai kimono/yukata, atau rumahnya seperti rumah orang Jepang. Jarang sekali kita lihat chara yang anime-ish dengan menggunakan batik, memakai nama orang Indonesia, atau dengan latar yang menggambarkan kehidupan di Indonesia sebenarnya. Kalaupun membuat manga dan ingin dipublish, pengarangnya menggunakan pseudonym (nama samaran) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang dan tidak menggunakan nama asli. Kalaupun menggunakan pseudonym bukan nama yang bernuansa Indonesia.
(7) Dalam berbicara atau chatting, termasuk wall to wall di facebook, cenderung menyelipkan bahasa-bahasa Jepang, seperti baka, arigatou, gomennasai, konnichiwa, sayonara, desu, dan sebagainya. Tidak semua orang mengerti bahasa-bahasa seperti itu, kecuali kalau dengan temannya yang sehobi atau satu minat.
a
Published: By: Unknown - Minggu, Oktober 30, 2016